Skyrail Cableway Cairns
Air Terjun, Australia, Cairns, Travel

Explore Cairns #1 : The Skyrail Rainforest Cableway


Touchdown!

Finally, sampai juga di Cairns, Australia!

Lelah setelah duduk semalaman di pesawat tampaknya tidak terasa lagi waktu sampai di Cairns. Sedikit gugup melewati imigrasi (terakhir ke LN tahun 2008) dan akhirnya keluar bandara dengan perasaan senang sekali. Sebelumnya di bandara saya meet up dengan kakak saya yang sudah 6 tahun tinggal di Adelaide. You know…the reason why i’m traveling to Aussie was her 🙂 (kalo tidak ya freedive di R4 lagi kan ya 😀 )

Cairns Airport
Cairns Airport…sepi ya

Cairns adalah kota yang sangat kecil, bahkan lebih kecil daripada Tangerang atau Depok! Kota ini letaknya termasuk dalam Queensland, yang dijuluki “Tropical North Queensland” karena iklimnya yang tropis alias hanya ada dua musim yaitu musim panas dan hujan. Cairns juga dikenal sebagai pintu gerbang dari situs warisan dunia yaitu Great Barrier Reef (GBR) yang adalah tujuan utama saya ke sini. First impression dengan suasana di sini adalah semuanya bersih dan teratur. Walaupun cuacanya panas seperti di Jakarta, jalan-jalan keliling kota tidak membuat saya lepek dan penat. Pokoknya langsung jatuh cintah sama Cairns.

Hari pertama sesuai dengan itinerary yang saya telah susun, kami mencoba naik kereta gantung atau gondola, bahasa kerennya di sini Skyrail Cableway. Nah, jadi gondola ini katanya menjadi yang terpanjang di dunia pada tahun didirikannya sekitar tahun 2013, mungkin juga ini lebih panjang dari gondola yang ada di Indonesia. Selain karena ingin main air di GBR, kabar adanya hutan hujan tropis di Aussie lah yang membuat Cairns ada di itinerary saya. Bagaimana sih hutan hujan a la Aussie?

Skyrail Kuranda, Cairns, Australia
Stasiun Skyrail..

Sesaat sebelum sampai, dari jauh terlihat dengan jelas jalur kereta gantung yang memanjang menaiki bukit-bukit, melihat begitu makin tidak sabar lagi deh pengen cepat sampai. Di pintu masuk, terlihat hanya ada beberapa orang, lumayan sepi, saya membeli tiket masuk dan langsung naik kereta tanpa mengantri.

LRM_EXPORT_20180112_101248-01
Pemandangan sesaat sebelum memasuki hutan
LRM_EXPORT_20180112_101352-01
Tidak perlu pakai drone untuk dapat gambar ini

Rute kereta gantung ini sejauh 7,5 km (1 jam 30 menit) dan berhenti di dua stasiun dalam perjalanannya menuju Kuranda, sebuah desa kecil di tengah hutan. Kereta berjalan perlahan selama berada di atas. Ketika saya sudah berada di atas, pemandangannya sangat indah! Di awal perjalanan, pemandangan dari gondola beragam, sejauh mata memandang saya bisa melihat kota Cairns yang sangat rapih, hutan lebat yang bertemu dengan laut biru yang bersih.

Beberapa menit kemudian, pemandangan berubah menjadi lebih “liar”. Bagaimana tidak liar, pemandangan sekeliling, atas dan bawah adalah hutan hujan Taman Nasional Kuranda yang sangat padat! Angin berhembus sepoi-sepoi di atas, burung-burung dapat saya lihat berterbangan ke sana-ke mari. Kadang kala gondola yang saya naiki hanya berjarak beberapa meter dari pohon besar nan tinggi, rasanya seperti sedang dibawa terbang oleh burung raksasa!

LRM_EXPORT_20180112_105957-01
Melihat hutan dari sudut pandang yang berbeda, keren!
LRM_EXPORT_20180112_103318-01
Lihatlah betapa serunya naik gondola ditengah hutan lebat

Tiba di perhetian pertama di Stasiun Red Peak. Di stasiun ini, saya diajak berkeliling hutan lewat jembatan kayu. Hutan hujan di sini menarik, udaranya panas persis seperti di Indonesia, hutannya kelihatan tidak terlalu padat dan tidak bersemak (rimbun), keanekaragaman binatangnya kelihatannya tidak banyak seperti kunjungan saya di hutan Kalimantan yang di mana-mana banyak serangga dan binatang kecil.

LRM_EXPORT_20180112_101811-01
Rainforest walknya kece abis, eh boleh kali follo IG saya @thespiffytraveller
LRM_EXPORT_20180112_101623-01
Finding jodoh

Selesai jalan-jalan kecil di hutan, saya melanjutkan perjalanan kembali naik gondola. Tadi yang pemandangannya hutan lebat, sekarang mulai kelihatan sebuah sungai kecil bernama Sungai Kuranda yang membelah hutan. Sungai ini menjadi batas antara Taman Nasional Barron Gorge dan Taman Nasional Kuranda. Terlihat sangat cantik melihat “belahan” sungai dari atas gondola. Semakin lama-semakin dekat dan gondola mulai turun ke bawah yang artinya saya harus berhenti di stasiun kedua yaitu stasiun Barron Falls.

Kuranda Skyrail Cableway, Cairns, Australia
The Barron Falls, waterfall in the heart of rainforest!

Yap, sesuai dengan namanya, di sini saya bisa melihat sebuah air terjun! Wah, betapa indah bukan ada sebuah air terjun yang lumayan tinggi di tengah-tengah hutan. Air Terjun Barron ini bisa dinikmati hanya dari jauh, tidak bisa ke bawah dan tentu tidak bisa berenang di airnya 🙂 . Ketika itu debit air tidak banyak, warna airnya pun hitam karena sedang musim panas. Selain air terjun, saya bisa mengetahui sejarah pendirian Skyrail ini lewat museum mini di sekitar stasiun.

Puas melihat air terjun, kini saatnya bertolak kembali ke gondola menuju stasiun akhir Stasiun Kuranda. Ada yang menarik di saat sebelum gondola turun ke stasiun. Jalur gondola ini menyebrangi Sungai Kuranda! Wow, sensasi layaknya petualang yang menjelajah hutan Amazon.

Di Kuranda, saya tidak mempunyai waktu cukup untuk berkeliling desa. Padahal ada banyak atraksi yang menarik seperti koala dan taman burung, ada juga wisata oleh-oleh di pusat desanya. Tapi untuk beli oleh-oleh saya bisa membelinya di stasiun Skyrail Kuranda.

Skyrail Kuranda, Cairns, Australia
toko oleh-oleh
Kuranda, Cairns, Australia
Amazon….umm i mean Kuranda River 😀

Sambil menunggu kereta Kuranda Railway yang adalah wahana selanjutnya, saya menyempatkan diri untuk turun ke sungai yang tadi dilihat dari atas. Katanya sungai ini masih ada buayanya walau tidak banyak. Kalau punya budget lebih bisa mencoba Kuranda Riverboat, tur menyusuri sungai mengelilingi Desa Kuranda. Agak ngeri saya jalan-jalan sendirian di jalut trek di pinggir sungai. Suasana sungai ini persis sekali seperti di Amazon (*padahal belom pernah ke sana haha) dan film-film buaya darat jahat ala holywood. Saking ngerinya, eh, ternyata ada sejoli yang sedang asyik tidur-tiduran di balik pohon, yah elah..

Begitulah cerita saya mencoba Skyrailnya Cairns. Tinggal di negara tropis Indonesia yang adalah surga hutan hujan tidak membuat saya bosan akan wisata hutan. Selain karena saya memang suka dengan alam liar, pengalaman “terbang” di atas hutan hujan adalah yang pertama dalam hidup saya. Melihat hutan dalam perpektif yang berbeda menurut saya sangat menarik. Coba ya di hutan Kalimantan atau Papua gitu dibuat gondola seperti ini, pasti akan lebih keren dan indah tentunya.

*cerita akan berlanjut ke bagian kedua! Stay tune.

Let’s travel the world before you die

-The Spiffy Traveller-

Follow Instagram saya @thespiffytraveller dan Twitter @jonathanbayus

 

 

 

 

Advertisements

20 thoughts on “Explore Cairns #1 : The Skyrail Rainforest Cableway”

  1. Seru banget..cable car-nya lumayan panjang juga ya bisa sampai 1 jam-an gitu..bener-bener gak tanggung2x org Australia nih.. lol
    Setuju dengan ide cable car dan hutan2x di Kalimantan dan Papua..biar menarik dan mungkin menambah pengetahuan ttg hutan jadi masyarakat merasa memiliki hutan tersebut juga. Saya baru balik dari Amazon dan memang beda banget turisme hutan mereka kalau dibanding dengan pengalaman saya pas ke hutan di Kalimantan. Turisme hutan Amazon itu bener-bener rapi dan menarik banget, jadi belajar buanyak banget ttg hutan.
    Ditunggu cerita ke GBR-nya

    Liked by 1 person

  2. Lebih lama biar pengalamannya lebih banyak dan worth dengan tiket masuknya.
    Nah begitu, pasti jadi bagus sekali dan Indonesia tidak cuma mengandalkan pariwisata baharinya. Wah kalau Amazon pasti memang lebih bagus, sudah kelas dunia, semua orang pasti tau nama itu hehe
    Okayy tungguin aja ya bulan ini haha

    Like

  3. hahaha, dasar pemuja pantai. aku malah harus banget minimal setahun sekali ke negara yang baru. sebaliknya, kalau punya cukup duit ke r4, lebih suka dialokasikan ke negara lain hahaha.

    gondola kita nggak ada apa-apanya, bro. mungkin saingannya adalah genting skyway di malaysia, yang juga klaim terpanjang di dunia. sensasinya serem, melalui hutan juga, mana saat itu ada momen berkabut pulak. nggak bisa liat ke depan haha. ngeliat foto-fotomu, kebayang rasanya kayak lagi di amazon 😀

    Liked by 1 person

  4. Sejak awal bac aini udah mikir “Andai di Indonesia ada gondola ginian pasti keren yak”, eh ternyata udah ditulis di akhir artikel. Jadi ya, beberapa tahun lalu sempat dengar isu bakal dibikin kereta gantung ginian di kawasan karts pegunungan sewu. Tapi kayanya sebatas wacana sih.

    Liked by 1 person

  5. Hahaha ya memang masing2 ada insterestnya. Aku smpe skrg msh terasa hampa, paru2 ku butuh hawa laut hahaha
    Genting bagus jg tuh, aku sempat liat di beberapa postingan ig. Agak parno aku kemarin pas naik gondolanya, maklum lah baru kali itu naik yg bagus 🙂 Apalagi waktu itu sepi bgt, jd memang berasa di hutan pedalaman hehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s