Amed, Bali
Bali, Beach, Hidden Paradise, Snorkeling, Sunset, Travel

Amed, Cermin Keindahan Bali Timur

Siapa yang tau Amed? Lokasinya jauh di ujung Bali sebelah Timur. Sudah pasti terhindar dari hiruk pikuk wisatawan yang biasanya berpusat di Bali bagian Selatan. Lingkungannya masih asri dan sejuk. Bisa dibilang, inilah surga tersembunyi di Bali. Surga bagi penikmat kedamaian di kala liburan.

Saya berkesempatan mengunjungi Amed untuk yang kedua kalinya. Pertama kali pada tahun 2013. Waktu itu Amed sama sekali belum terkenal di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. Amed hanya terkenal terbatas di kalangan penyelam.

Tapi anda harus tahu bahwa Amed bukan saja destinasi untuk para penyelam tapi juga untuk semua kalangan wisatawan. Hal itu saya buktikan di kesempatan kedua saya ke Amed pada awal bulan Agustus. Memang saat itu saya dan keluarga punya agenda khusus yaitu mengikuti latihan freedive. Namun di cerita ini saya tidak akan menceritakan tentang freedive namun saya ingin menceritakan apa saja sih yang bisa dilakukan di Amed selain menyelam?

Hari Pertama..

Hari pertama di Amed saya susah untuk bangun pagi. Padahal biasanya hunting sunrise selalu saya lakukan. Tidak dapat sunrise, maka saya jalan-jalan ke belakang penginapan untuk mencari spot kece untuk memotret Gunung Agung yang saat itu terlihat cerah dan indah sekali. Di Amed, bukan hanya pemandangan laut saja yang kita bisa lihat, melainkan juga pemandangan perbukitan hingga Gunung Agung. Bayangkan saja matahari memancarkan sinarnya dari arah laut yang menyinari Gunung Agung, indahnya!

Amed, Bali
Gunung Agung yang cerah dan indah

Pemandangan lanskap perbukitan juga tak kalah indah. Bukit-bukitnya masih penuh dengan pohon-pohon yang berwarna hijau kecoklatan. Di sekitar bukit-bukit barulah menghampar sawah luas hingga di sekeliling penginapan. Waktu itu sedang musim kemarau, jadi sawah-sawah tersebut beralih fungsi menjadi ladang jagung dan umbi-umbian yang tahan panas.

2008-2017-0759243322667826022
Morning view from the hostel!

Puas jalan-jalan di sekitar penginapan, kami mengikuti kelas freedive dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, itu berlaku setiap hari dalam dua hari kursus. Hari yang melelahkan walaupun hanya teori di kelas dan praktek di kolam renang.

Sore hari setelah selesai kursus, kami menyewa sepeda supaya bisa keliling Amed dan mencari spot sunset terbaik.  Sampailah kami di sunset point yang berada di sebuah tebing di pinggir laut di dekat Pantai Jemeluk. Jarak dari penginapan yang berada di dekat pintu masuk Amed lumayan jauh sekitar 5 kilometer atau 15 menit bersepeda.

Amed, Bali
pintu masuk ke sunset point

Sunset di sini unik dan keren banget. Baru kali ini lihat sunset dengan latar belakang gunung dan pantai. Mataharinya sendiri bukan tenggelam di laut tapi di balik gunung, wow indahnya!

Amed, Bali
Beautiful sunset from the sunset point, Jemeluk Bay

Matahari sudah terbenam dan langit sudah menggelap, lalu bintang-bintang pun muncul banyak sekali. Situasi Amed yang tidak ramai yang artinya tidak banyak polusi cahaya menjadikan langit malam di Amed bertaburan bintang yang berkilauan. Hmm andaikan setiap malam bisa menikmati ini!

Saking asik menikmati alam jadi lupa bahwa kami pergi naik sepeda, artinya kami juga harus pulang naik sepeda gelap-gelap tanpa penerangan, waduh! Namun ternyata ada untungnya juga karena saat itu kami bersepeda beratapkan cahaya bintang dan bulan, kebayang kan gimana rasanya?

Orang-orang di Bali itu terkenal dengan keramahannya pada wisatawan, itu terbukti waktu kami kesusahan saat bersepeda di turunan yang tajam, jauh, dan tidak ada penerangan jalan sama sekali (kiri-kanan hutan dan pantai), ada pengendara motor yang kebetulan lewat lalu dengan inisiatifnya menuntun kami dengan lampu motornya sampai di tempat yang terang.

“Hati-hati ya di jalan!”, teriak si pengendara motor itu.

Akhirnya sampai juga di penginapan dengan selamat. Asik juga sepedaan malam hari. dapat pengalaman yang seru dan angin yang bikin perut mules.

The Next Day..

Amed, Bali

Hari berikutnya, lagi-lagi saya tidak bisa bangun pagi. Sepertinya badan ini sudah menyatu dengan kasur. Hari itu memang akan menjadi hari yang melelahkan. Jadwal hari ini adalah latihan di laut seharian, lalu sehabis itu ujian, dan sore harinya latihan lagi untuk pelajaran terakhir di laut juga.

Freediving di Amed, Bali

Traveling di tempat yang bagus dan jauh, jadi waktu harus benar-benar dipakai dengan baik. Sore setelah latihan freedive selesai (di mana saya LULUS jadi the real freediver) saya menyempatkan diri untuk snorkeling di Pantai Jemeluk. Katanya Jemeluk adalah spot snorkeling terbaik di Amed. Di sini kita bisa sekadar snorkeling dan berenang di air lait yang jernih ditemani ikan-ikan warna-warni.

Underwater of Amed, Bali

Amed, Bali
snorkeling view di Pantai Jemeluk

Yup, benar saja, dalam waktu yang sangat sedikit saya puas melihat-lihat alam bawah laut Jemeluk. Memang sih jangan berharap keindahan bawah laut seperti Raja Ampat atau Togean, tapi untuk tempat seperti Bali, ini sudah termasuk bagus! Ikannya lumayan banyak ditambah beberapa soft coral dan karang-karang artifisial alias benda-benda yang sengaja ditenggelamkan untuk media pertumbuhan karang.

Beraktivitas seharian mengeluarkan banyak energi, maka dari itu kami mencari tempat untuk makan, makanan yang enak tentunya. Banyak warung dan restaurant di Amed berjejeran di pinggir jalan. Tapi namanya juga orang vegetarian, pemakan tumbuh-tumbuhan, ya harus cari tempat yang bisa menyajikan makanan vegetarian.

Ternyata setelah cari-cari banyak juga restoran yang menyediakan makanan vegetarian bahkan vegan juga ada. Walaupun Amed tempatnya terpencil tapi tetap vegetarian friendly!

Vegetarian Food Amed, Bali
Vegetarian Aglio Olio, yummm!

Kalau perut sudah penuh enaknya itu tidur, tapi kami masih harus mengayuh sepeda sejauh enam kilo! (gelap-gelapan lagi) Tapi kali ini saya sudah lebih siap dengan senter hape yang saya tempel di stang sepeda. Sayang sekali momen seru bersepedaan waktu itu malah lupa diabadikan.

Malam itu juga adalah malam terakhir kami di Amed. Keesokan hari kami sudah harus balik ke Ubud dan menghabiskan waktu di sana sebelum pulang kembali ke Jakarta. Back to reality, rasanya sedih di tiap hari terakhir sebuah perjalanan, harus menghadapi lagi kesibukan dan kepenatan kota megapolitan.

Jalan-jalan ke Amed bagi kami sangat menyenangkan. Terlebih saya yang lebih menyukai tempat yang jauh dari keramaian apabila bepergian. Amed sangat pas untuk destinasi liburan yang menarik di Bali bagian Timur. Selain Amed, Bali Timur memiliki segudang objek wisata yang patut dikunjungi, tentunya tidak touristy alias tidak ramai.

Walaupun Amed jauh dari kota, fasilitas penunjang seperti pasar, hotel, restoran, minimarket, dan jasa operator tur sangatlah lengkap. Objek wisatanya pun tidak kalah dibandingkan dengan tempat lain di Bali 🙂 Saya merasa sangat bersyukur masih bisa punya kesempatan traveling dan mengunjungi Amed lagi.

Let’s Explore the Beauty of Indonesia

-The Spiffy Traveller-

Spiffy Notes :

  1. Amed terletak di Bali Timur, tepatnya di Kabupaten Karangasem. Jarak Amed dengan Bandara Ngurah Rai adalah 98 KM dan dapat ditempuh selama 3 jam.
  2. Transportasi bisa menggunakan mobil sewa atau bisa menghubungi pihak penginapan.
  3. Ada banyak akomodasi dan restoran di Amed. Pasar rakyat terletak di jalan masuk Amed, ada juga beberapa minimarket hingga Indomaret.
  4. Tidak perlu khawatir akan kebutuhan uang cash, hampir semua bank nasional ada ATMnya di Amed.
  5. Pesanlah penyewaan kendaraan motor/mobil atau sepeda untuk keliling Amed dari jauh hari, kalau tidak bisa kehabisan.
  6. Bosan di Amed? Anda bisa juga pergi ke Tulamben (sebelahnya Amed) untuk snorkeling di shipwreck, hunting foto sabana di daerah antara Amed dan Tulamben (kalau pagi viewnya keren, tapi waktu itu tidak sempat), dan melihat pemandangan sawah Karangasem yang tidak kalah indahnya dengan Tegallalang di Ubud. Di Karangasem juga banyak objek wisata seperti Tirtagangga dan Blue Lagoon.
  7. FYI, dari Amed anda bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan, Lombok. Ada beberapa operator kapal cepat yang menyediakannya.

 

 

Advertisements

26 thoughts on “Amed, Cermin Keindahan Bali Timur”

  1. Wah keren banget Mas. Bali Timur memang belum banyak wisatawan yang mengeksplorasinya. Apalagi keindahan bawah lautnya, sejauh ini yang terkenal dari sana baru Tulamben. Saya pernah dengar Amed akan dijadikan pelabuhan penyeberangan baru menggantikan Padangbai, hanya saja sepertinya rencana itu batal karena tentangan masyarakat sekitar yang mengkhawatirkan perusakan terumbu karang kalau ada proyek pelabuhan.
    Selamat atas sertifikat freediving-nya, semoga dengan itu jadi makin semangat menjelajah Indonesia dari bawah laut.

    Liked by 2 people

  2. Wah udah ngambil kursus freedive nih jadinya? Bisa dive trip bareng dong kita? Aku dah lama gak freedive juga nih, soalnya buddy ku banyak yang udah pada nyebar kemana-mana hahaha 😀

    Dulu aku sempat ke Amed, padahal nginapnya di Ubud. Jadi seharian itu naik motor Ubud-Amed-Ubud pp 8 jam. Ampun pegel! Cuma sayangnya pas di Amed ombaknya lagi besar, jadi gak bisa main air terlalu bebas. Pengen deh ke Amed lagi, main-main air dan eksplor alam bawah airnya lebih lama.

    Btw, kemarin ambil kursus freedive di mana? Sertifikat nya AIDA kah? Pengen juga nih lanjutin kursusnya ,,,

    Liked by 1 person

  3. Sepertinya tidak perlu dibangun pelabuhan. Selain merusak, Amed jadi terlalu ramai nantinya. Lagian kan sudah ada Padang Bai..
    Terima kasih Mas Gara, nanti pengalaman itu aku ceritakan di post yg berikutnya hehe

    Like

  4. Sudah dong mas, kuy lah hehe enak nih ada dive buddy.

    Waah naik motor lumayan capek tuh. Pas ombak lagi besar lagi haha harus ke sana lagi itu tandanya.

    Aku ambil di Fusion mas, kebetulan emang di situ saja yang ada instruktur orang Indonesia. Untuk sertifikatnya aku dapet Pure Apnea, kalau mau AIDA mereka juga ada tp instruktur bule dan 3 hari kursus. Nanti aku juga akan bikin postingan khusus kursus freedivenya kok hehehe btw, mau ambil level brp mas?

    Like

  5. Kbykan yg tahu Amed pasti penyelam ya. Saya pertama x nginep di sana bawa keluarga yg non scuba divers dan mereka maunya ke Sanur..lol Gak byk tahu apa yg mau dieksplore di sana. Tapi ada positifnya kalau gak byk traveler yg tahu, kalau rame bisa ribet soal sampah etc…udah cukuplah di Kuta dan Ubud.

    Liked by 1 person

  6. saya baru tahu Amed . dari blog ini . #DasarKuper
    Bali banyak sekali tempat2 yang indah … ga aneh jadi surganya para wisatawan untuk datang kesini .. duhhh pengen explore bali .. tapi belum pernah kesampean .. haha

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s