Wayag, Raja Ampat
Beach, Hidden Paradise, Island, Papua, Snorkeling, Travel

Wayag, Keindahan yang Sempurna!

Mimpi apa saya akhirnya bisa naik ke atas puncak Wayag yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di Instagram. Betapa kesempatan yang berharga sekali! Bisa pergi ke Wayag pada kunjungan pertama di Raja Ampat jadi sesuatu yang saya syukuri.

Baca juga cerita Raja Ampat sebelumnya : Pulau Kri, Sepetak Surga di Raja Ampat

Sejak menapakkan kaki di kawasan Raja Ampat, di Pulau Kri, rasa penasaran saya akan Wayag tidak ada habisnya. Dari hari pertama saya terus menanyakan kapan dan apakah jadi pergi ke Wayag. Takut jika tiba-tiba ada berita bahwa sedang ada gelombang tinggi di jalur menuju ke Wayag, karena di pulau tempat saya tinggal sempat beberapa kali hujan deras.

Setelah selang tiga hari akhirnya saya dan rombongan memulai perjalanan ke Wayag. Kami berangkat di pagi hari, karena perjalanan dari Pulau Kri – Wayag memakan waktu tiga jam. Rombongan kami banyak, ada sekitar 20 orang dalam satu speedboat berukuran sedang. Saya sekeluarga, Ibu Anita bersama anaknya Mike dan Chris, Kak Ritly dan Merlin, tim Papua Diving, dan kru kapal, ramai sekali bukan?

Perjalanan tidak semulus yang diharapkan. Ketika kapal mulai memasuki perairan Pulau Kawe, ombak terasa membesar dan sedikit kasar. Hingga akhirnya sudah masuk di laut lepas ombak semakin mengamuk. Kapal mulai terombang-ambing, naik dan turun, sang nakhoda sangat lihai mengemudikan kapal, dengan memainkan kecepatan, guncangan karena ombak dapat dikurangi. Sempat ada ombak besar yang tiba-tiba menerjang kapal dan airnya masuk lewat jendela yang lupa ditutup.

“Ini ombaknya masih kecil, masih adek-adek, belum keluar kakak-kakaknya.”celetuk Bu Anita sambil tertawa.

Kami pun ikut tertawa, sekaligus takut. Ombak segini aja sudah besar apalagi yang lebih besar lagi ya? Untung hanya anak SD saja ya….:D

Wayag, Raja Ampat
Detik-detik sebelum memasuki kawasan Wayag

Tak terasa 3 jam berlalu dan sudah terlihat dari kejauhan lanskap Kepulauan Wayag. Dari jauh saja sudah terlihat bagaimana Wayag akan menghipnotis kami dengan kindahannya. Benar, ketika kami sudah memasuki kawasan ini, mulai terlihat bagaimana indahnya Wayag itu! Pulau-pulau karst kecil yang berbentuk seperti ice cream raksasa, jejeran pulau yang berbukit terjal membuat kami semakin penasaran untuk segera naik ke puncaknya.

Wayag, Raja Ampat
Ice cream anyone?

Akhirnya sampailah kami di tempat yang menjadi titik awal pendakian puncak. Sepatu sudah dipakai, kamera sudah dikalungkan di leher, dan mulailah pendakian. Tinggi puncak dari pantai sekitar 100 meter. Pendakiannya sangat curam, yang mengkhawatirkan adalah karst-karst yang setajam pisau di jalur pendakian, kepleset sedikit saja akibatnya bisa fatal.

Wayag, Raja Ampat
View From the peak

LUAR BIASA!

Begitulah kata yang spontan terucap dari mulut saat tiba di puncak Wayag. Pemandangan yang menakjubkan, Puji Tuhan! Indonesia memang indah!

Wayag, Raja Ampat
Wonderful Wayag

Di puncak saya tidak langsung mengambil foto, tapi mencari tempat untuk duduk memandang panorama Wayag. Saya sungguh terpana melihat pemandangan lanskap pulau-pulau dan lautnya, speechless kata orang. Dari jauh dapat terlihat pantai-pantai terpencil di antara pulau karst, gradasi warna biru yang spektakuler, dan hampir semua pulau hijau yang berbukit-bukit seperti ice cream.

LRM_EXPORT_20170317_201207
Hidden Beach

Melihat pantai di celah-celah pulau jadi ingin membuat suatu pondok untuk tinggal. “Bayangkan saja kalau saya punya rumah di situ”, pikir saya.

Matahari sangat menyengat sekali di atas puncak, padahal langit pada saat itu sedikit berawan. Coba saja langit lebih cerah, pasti bisa melihat pemandangan yang jauh lebih indah lagi. Saya penasaran bagaimana indahnya pemandangan sunset atau sunrise dari puncak Wayag.

LRM_EXPORT_20170307_105736
Dari atas terlihat kapal kami di bawah

Dari atas puncak, tidak hanya satu arah pandangan mata saja, saya bisa melihat 360 derajat pemandangan super kece ini. Puncak yang kami naiki punya beberapa tempat datar yang bisa dijadikan spot foto. Hanya saja harus berhati-hati, pijakan kaki harus pasti, jika tidak bisa langsung meluncur ke bawah sejauh seratus meter! Belum ditambah irisan batu cadas.

Katanya, ada dua puncak yang bisa didaki di Wayag, tapi pada waktu itu saya hanya mendaki satu puncak saja karena tidak cukup waktu. Di puncak ini saja kami semua menghabiskan waktu satu jam, hanya duduk dan memandang, sudah jauh sayang dong kalau cuma sebentar.

Wayag, Raja Ampat
Jovan dan James (Nando udah turun duluan)
Wayag, Raja Ampat
Beach in Wayag is too awesome!

Pantai-pantai yang saya jumpai di sekitar Wayag juga tak kalah bagusnya dengan pemandangan atasnya. Pasir putih yang sangat halus sekali dengan airnya yang super jernih sangat menggoda. Pantainya sangat bersih, tidak ada satu noda pun, bahkan sampah dedaunan pun tidak terlihat. Memang benar-benar tempatnya pecinta pantai!

Waktu tidak terasa berjalan terus, maunya waktu berhenti sebentar saja agar bisa berlama-lama. Lalu, kami turun dan pergi mencari pantai untuk makan siang.

“Mau makan siang dimana? Di pantai atau si pos?” tanya Pak Buyung, kapten speedboat kami. Yah, pertanyaan ini sepertinya tidak perlu lagi ditanyakan, jelas kami ingin merasakan makan siang di sebuah pantai, mumpung di Wayag lho..

Makanan pada siang itu terasa sangat nikmat sekali, melebihi rasa makanan termahal sekalipun. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para koki yang sudah memasak makanan dengan jerih lelah, makanan yang kami makan sangat nikmat oleh karena pemandangan Wayag #GakTauDiri

Setelah asyik makan siang sembari istirahat, akhirnya kami sampai di pos utama. Pos inilah yang menjadi tempat peristirahatan kami. Ada beberapa kamar kosong yang bisa disewa untuk wisatawan yang ingin merasakan sensasi bermalam di Wayag. Pos ini dulunya bernama Pos CI (Conservation International) yang dijalankan oleh lembaga konservasi tersebut, tetapi sekarang sudah dibawah pengelolaan kementrian kelautan (KKP).

Sejak pagi ketika sampai di puncak Wayag hingga sampai di pos seperti ada yang terasa kurang. Saking terpesona akan keindahan di atas laut, saya jadi lupa untuk menengok bawah lautnya. Untungnya, pemandangan bawah laut di depan pos sudah bagus sekali. Bahkan ada yang beda dari tempat-tempat snorkeling lainnya di Raja Ampat, snorkeling dengan dikelilingi hiu!

Wayag, Raja Ampat
Super clear water under the jetty
Wayag, Raja Ampat
Snorkeling under the jetty
Wayag Shark
Snorkeling with shark
Wayag Shark
Shark!

Sempat canggung ketika berenang dengan hiu berada di sekitar kita. Tapi ternyata hiu-hiu itu takut jika kita berusaha mendekat, mereka langsung pergi berenang dengan cepat. Selain hiu, saya beruntung bisa melihat seekor ikan grouper besar, ikan nemo beserta anemonnya yang bersebelahan tetapi beda warnanya.

Hari sudah semakin sore, tampaknya ini adalah momen yang bagus untuk melihat sunset. Saya sangat merindukan sekali sunset yang sempurna layaknya foto-foto di Instagram. Sejak sampai di Raja Ampat, belum ada sekalipun sunset yang sempurna, selalu saja terhalang oleh awan mendung.

Wayag, Raja Ampat
Jetty and the beach
20170202173525_YDXJ0708_20170319171203348
Paddling 

Kebetulan guide kami sengaja membawa beberapa paddle untuk dimainkan. Aha, melihat sunset di tengah laut di atas paddle pasti sempurna! Bersama adik saya dan Chris, saya keliling pulau-pulau sekitar sambil menunggu sunset. Suasananya damai sekali, bayangkan saja paddling di laut yang jernih, hiu dan ikan warna-warni terlihat berseliweran di bawah paddle. Sesekali burung beo merah terbang diantara pohon. Saya tidak mau pulang!

20170202162127_IMG_0827 1
Sunset 

Tibalah waktu sunset yang ditunggu-tunggu. Anda belum beruntung, mungkin itu yang dikatakan semesta pada saya. Tiba-tiba saja awam tebal menutup matahari dan hanya meninggalkan seberkas cahaya kuning. Sedikit kesal kenapa saya belum berkesempatan melihat sunset sempurna, tapi itu tidak mengurangi rasa bersyukur akan keindahan Wayag yang sudah saya nikmati.Sunset itu juga menjadi sunset yang menutup perjalanan saya dan rombongan di Wayag karena esok hari kami harus pulang kembali melakukan petualangan ke tempat lain.

Saatnya makan malam. Kami membawa makanan mentah dari resort, guide serba bisa kami, Nando dengan cepat memasak makanan malam itu. Kali ini makanan nikmat bukan karena suguhan pemandangan melainkan karena akibat lelah setelah seharian penuh beraktivitas. Haha! Tapi jujur, makanannya memang benar enak kok, sedap sekali.

Bermalam di Wayag sama seperti bermalam di pulau lain di Raja Ampat. Hanya saja disini lebih tenang, tidak ada perahu berseliweran, tidak ada cahaya lampu dari pulau-pulau sekitarnya, benar-benar tempat yang sangat terpencil dan damai. Sebagian dari kami pun lebih memilih untuk tidur di pantai. Bermodalkan sleeping bag dan matras, lalu tidur sambil memandang hamparan bintang di langit. Oh nikmatnya!

Saya harap dapat kembali menikmati keindahan Wayag.

Let’s Explore the Beauty of Indonesia

Be Responsible Traveller

-The Spiffy Traveller-

Travel Notes :

Dimana itu Wayag/ Raja Ampat?

Wayag adalah salah satu kepulauan yang termasuk dalam kawasan konservasi Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Dapat ditempuh sekitar 5 jam dari Sorong atau 3 jam dari Pulau Kri menggunakan speedboat. Jika laut tenang (tidak berombak), perjalanan bisa hemat hingga 1 jam.

Bagaimana cara kesana?

Wayag atau Raja Ampat dapat dicapai melalui pesawat udara dari beberapa kota besar di Indonesia.

Jakarta :

  • -Direct flight Jakarta-Sorong (Nam Air & Express Air)
  • -Jakarta-Makassar-Sorong (Garuda, Batik Air, Sriwijaya)
  • -Jakarta-Ambon-Sorong (Lion Air)

Manado :

  • -Direct flight Manado-Raja Ampat (Waisai) (Wings Air)
  • -Manado-Sorong (Garuda, Lion Air)

Sorong :

  • -Ferry atau kapal cepat Sorong-Waisai
  • -Pesawat Wings Air Sorong-Waisai (Raja Ampat)

Setiba di Sorong/Waisai bisa menyewa kapal/speedboat menuju Wayag. Penyewaan kapal bisa melalui homestay tempat kita tinggal atau membeli paket trip ke Wayag.

Penginapan di Wayag?

Sebenarnya di Wayag tidak ada penginapan. Jika mau menginap di pos, mungkin harus menghubungi terlebih dahulu penjaga disana. Opsi lain adalah camping di pantai atau liveaboard.

Jika ingin memilih penginapan yang jaraknya dekat dengan Wayag (sekitar1 jam dari Wayag), anda bisa mencari di web Stay Raja Ampat. Ada homestay seperti Sea Fans, Kamar Raja, Prajas, dll.

Kapan Waktu Terbaik Ke Wayag/Raja Ampat?

Waktu terbaik ke Wayag/Raja Ampat adalah dari bulan Oktober-April. Hindari bulan sekitar Juni-Agustus karena terjadi gelombang tinggi.

Berapa Kisaran Biaya ke Wayag?

Biaya tergantung jarak dari dan ke Wayag. Jika dari sekitar Pulau Kri biayanya sekitar 10-15 juta per kapal. Akan lebih murah jika ikut rombongan atau membeli paket trip.

Barang yang Harus Dibawa?  

Tidak ada barang khusu yang anda harus bawa ke Raja Ampat. Hanya mengingatkan sebaiknya bawalah tas anti air (dry bag) untuk melindungi barang elektronik, sunscreen, kaca mata hitam, lotion anti nyamuk, senter dan cemilan kalau suka lapar dijalan 🙂 Kamera? Ya, jangan lupa mendokumentasikan perjalanan anda, siapkan kartu memori yang besar ya!

Hal-hal penting lainnya?

  • Jangan lupa membayar kontribusi Pin Raja Ampat ( WNI : Rp 500.000,- WNA/Foreign Rp 1000.000,-).
  • Bawa obat anti serangga.
  • Jagalah kebersihan lingkungan dimana anda berada, be responsible traveller!                      
  • Jangan lupa untuk selalu berdoa dan mengucap syukur 🙂 
Advertisements

19 thoughts on “Wayag, Keindahan yang Sempurna!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s