Beach, Papua, Snorkeling, Travel, Village

Little Village of Sauwandarek

Sauwandarek, Raja Ampat
Dermaga Sauwandarek

Jalan-jalan ke Raja Ampat, kurang lengkap kalau tidak mengunjungi desa-desa wisatanya. Ada beberapa desa yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan di Raja Ampat. Salah satunya yang saya beserta keluarga kunjungi adalah Desa Sauwandarek. Desa ini memang tidak se-terkenal Desa Arborek yang berada di pulau sebelahnya. Karena tidak sepopuler Arborek, desa ini lebih sepi dan sangat nyaman jika berkunjung kesini.

Sauwandarek terletak di Pulau Mansuar, satu pulau dengan Desa Yenbuba yang berada si sebelah utara. Pulau Mansuar sendiri adalah salah satu spot wajib bagi para penyelam. Di sekitar garis pantai Sauwandarek di bawah permukaan laut terbentang terumbu karang cantik dengan ikan yang besar dan melimpah jumlahnya.

Sauwandarek
Gapura yang kurang terawat

Saat kami sampai di dermaga, desa ini terlihat sangat sepi. Di dermaga hanya ada kapal kami dan satu kapal penyelam. Gapura yang bertuliskan โ€œWelcome to Sauwandarek Villageโ€ tampak tidak seperti layaknya gapura yang berfungsi untuk menyambut tamu datang.

Beberapa meter dari gapura, di dalam halaman gereja kami akhirnya bertemu dengan seorang bapak. Namanya Pak Edy, pada saat kami temui dia lagi memotong rumput. Ternyata dia adalah salah satu diakon yang merawat gereja dan anak dari kepala desa Sauwandarek. Kebetulan kami memang ingin menemui kepala desa, Ibu Anita yang mengantar kami kenal baik dengan kepala desa disini.

20170201092641_img_0652
Gereja Advent Sauwandarek

Tidak berapa lama kemudian datanglah Pak Waten kepala desa Sauwandarek. Beliau menyambut kami dengan hangat. Kami pun berbincang-bincang sekitar setengah jam. Banyak cerita tentang perkembangan terkini Desa Sauwandarek. Mulai bagaimana kemajuan pariwisatanya, kondisi jemaat gereja, dan perkembangan pendidikan.

Sauwandarek, Raja Ampat
Sekolah Dasar di Sauwandarek

Sauwandarek, Raja Ampat

Gereja adalah bangunan yang paling megah dan mencolok dari Desa Sauwandarek. Gereja yang sangat megah untuk ukuran desa kecil. Kata Pak Waten, gereja ini dibangun dengan dana dan usaha mereka sendiri. Salut sekali mengetahui betapa semangatnya mereka dalam membangun rumah ibadah.

Lain hal dengan sekolah yang berada tepat dibelakang gereja. Bangunan sekolah tampak bagus dari luar, tetapi bangunan yang terdiri dari 3 ruang kelas bukanlah bangunan yang memadai untuk anak-anak Sauwandarek bersekolah. Bayangkan saja ada 6 kelas yang dibagi di 3 ruang. Untunglah pada saat itu sedang dibangun bangunan yang baru untuk menambah kapasitas ruang kelas.

Suatu cerita pasti ada yang baik dan kurang baik. Dimulai dari cerita baiknya, Pemkab Raja Ampat belakangan ini sudah lebih memperhatikan desa ini. Pernyataan ini sebenarnya membuat saya sedikit bingung sekaligus mendapatkan jawaban atas apa yang saya pikirkan sejak pertama kali menapakkan kaki di Sauwandarek. Kenapa? Ya bagi anda yang sudah melihat langsung pasti mengerti mengapa ada sesuatu yang terlihat ‘berbeda’ antara desa-desa wisata di Raja Ampat, dan ini juga menjadi bagian dari cerita kurang baiknya dari Sauwandarek #JustMyOpinion.

Bukan hanya soal pemerataan kesejahteraannya, ada hal lainnya yang menjadi perhatian saya. Kalau dipikir-pikir, Raja Ampat sudah menjadi wisata kelas dunia, yang berarti pemasukan dari sektor pariwisata sangatlah besar. Sepengetahuan saya dari karyawan resort dan guide saya, resor-resor disini hampir tidak pernah sepi dan terisi penuh, begitu pula dengan hampir semua homestaynya. Kemanakah semua dolar-dolar itu? Kembali lagi, ini hanya #JustMyOpinion

Desa Sauwandarek
Coba perhatikan, ada yang tidak pakai celana!

Kembali ke cerita, saat kami sedang berbincang-bincang dengan Pak Waten, banyak anak-anak dan ibunya yang datang dan bersantai di bawah pohon dekat kami. Anak-anak kecil bergerombol saling bercanda, lucu sekali. Kebetulan saya bawa snack dan langsung saya berikan kepada salah satu anak untuk saling berbagi. Ada yang berebut, ada juga yang saling berbagi dengan adil, bahkan ada yang mengambil banyak sekali dalam satu genggaman lalu dia masukkan di dalam bajunya, ada-ada saja ya.

Sauwandarek, Raja Ampat
Enter a caption

Selesai makan, kami mengajak agar mereka menyanyikan satu lagu buat kami. Karena mereka anak-anak gereja, mereka menyanyikan lagu rohani anak-anak. Suaranya begitu merdu dengan logat khas Papua, mereka kompak menyanyi lagu sampai selesai.

Sudah sampai di Sauwandarek, kurang jika tidak snorkeling di lautnya. Sejak kedatangan kami, dari kapal sudah terlihat banyak sekali ikan hilir-mudik di sekitar jetty. Byurr! Segarnya air laut ketika itu, suhunya tidak hangat melainkan sedikit dingin. Visibility laut sangat bagus, bening sekali, mungkin juga karena sinar matahari yang menembus permukaan air.

20170201100712_img_0655

Keindahan bawah laut Sauwandarek tidak usah ditanyakan lagi, bagus sekali. Kalau saya membandingkan, snorkeling di jetty Sauwandarek adalah yang paling bagus di Raja Ampat. Ikan-ikan sangat banyak dan lebih beragam saat itu. Bukan hanya ikan yang berukuran kecil saja, tetapi banyak juga yang besar-besar, lebih besar dari kepala orang dewasa.

Raja Ampat Underwater
Schooling batfish
Raja Ampat Underwater
Nemo!

Waktu menyelam ke dasarnya, saya bisa menemukan banyak anemon laut beserta kumpulan ikan nemo di dalamnya. Kira-kira ada 5 titik anemon berukuran besar dan nemo-nemo yang lucu. Selain nemo, ada beberapa kima raksasa sebesar tubuh anak kecil! Baru kali itu saya berkesempatan melihat kima raksasa, unik, ketika saya mendekatinya, kima tersebut langsung menutup dirinya secepat kedipan mata.

ydxj0558
Soft coral under the jetty
Sauwandarek, Raja Ampat
Snorkeling under the jetty is fun

Ada hal lucu ketika adik saya mencoba memberi makan ikan. Dia memegang potongan roti sambil berenang, mungkin ikan-ikan disini sedang kelaparan, dengan sekejap ikan-ikan tersebut langsung melahap roti yang masih dipegang itu. Bahkan jari adik saya juga dihisap! Ikan rakus. Saya yang tidak memegang makanan pun juga langsung diburu oleh ikan-ikan tersebut.

Puas mengeksplor bawah laut Sauwandarek, kami pun bersiap kembali untuk perjalanan pulang ke Kri. Ketika kami sudah di kapal dan bersiap untuk pergi, Pak Waten, Pak Edy, beserta anak-anak kecil mendekat ke dermaga dan melambaikan tangan tanda perpisahan.

Baca juga cerita sebelumnya :ย Pulau Kri, Sepetak Surga di Raja Ampat

Sedih rasanya meninggalkan Desa Sauwandarek, ingin rasanya tinggal bersama mereka. Kebaikan dan keramahan orang Sauwandarek selalu saya ingat. Kelucuan dan suara merdu anak-anak Sauwandarek tidak akan dilupakan. Semoga saja alam tetap lestari dan Desa Sauwandarek semakin maju, juga lebih diperhatikan oleh para pemangku kepentingan di Raja Ampat.

Mudah-mudahan bisa berkesempatan mengunjungi desa ini, bahkan bisa menginap dan melakukan aktivitas sebagaimana warga desa biasa, membantu desa melalui kemajuan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan apapun yang dibutuhkan.

Pada hari sabtu kami kembali ke Sauwandarek untuk membawakan acara kesehatan dan kerohanian. Mereka sangat senang dengan kedatangan kami dan berharap bisa kembali di kesempatan berikutnya.

Let’s Explore the Beauty of Indonesia

-The Spiffy Traveller-

Travel Notes:

Dimanakah Desa Sauwandarek?

Desa Sauwandarek berada di Distrik Meos Mansar, Pulau Mansuar, Raja Ampat. Pulau Mansuar letaknya bersebelahan dengan Pulau Kri. Sekitar 20 menit dari Pulau Arborek, 15 menit dari Pulau Kri, dan 40 menit dari Waisai (speedboat)

Apa saja yang bisa dilakukan disana?

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Sauwandarek seperti, snorkeling di sekitar jetty (wajib), berjalan keliling desa, foto-foto di pantai, trekking ke danau air asin di tengah pulau (optional), dan berbincang-bincang dengan orang desa.

Apa saja yang perlu dibawa?

Bawalah makanan ringan, permen atau snack untuk dibagikan kepada anak-anak, mereka pasti senang. Siapkan peralatan snorkeling anda karena tidak ada penyewaan alat disini. Bawalah apa yang perlu untuk anda karena disini tidak ada warung/toko.

Apakah ada homestay/penginapan di Sauwandarek?

Sampai saat ini tidak ada penginapan di Sauwandarek. Dulu katanya sudah ada dibangun sebuah rumah untuk penginapan, tetapi karena tidak laku dan tidak ada promosi, bangunan tersebut sudah beralih fungsi. Mungkin bisa mencoba menginap di rumah warga atau mendirikan kemah.

Advertisements

35 thoughts on “Little Village of Sauwandarek”

  1. Pernah terpikir “coba aku lahir di Raja Ampat ya” haha iri banget liat anak-anak ini..
    Kalo kaya rumah sih disana beda banget loh, kalau dibanding dengan rumah mereka gereja ini sudah sangat mewah..

    Liked by 1 person

  2. Wow dari bawah jetty saja panorama bawah lautnya sangat spektakuler. Dermaganya saja sudah seindah itu, mantap banget. Didukung, pemerintah dan semua pihak pasti sedang bekerja untuk kelestarian dan kemajuan desa terindah ini. Nanti kalau anak-anak itu dewasa, mereka yang akan gantian melestarikan keanekaragaman di desanya. Lautnya sangat kaya, menurut saya terlalu kaya. Indonesia memang indah.

    Liked by 1 person

  3. Perjalanan yang sangat menarik mas. Semakin kagum dengan wilayah Indonesia bagian timur ini. Raja Ampat memang memesona, tidak pesona alamnya maupun kehidupan sosial di sana. Aku suka dibagian cerita tentang anak-anaknya…

    Liked by 1 person

  4. Aiih, saya hanya bisa menganga Mas Jo udah sampai Raja Ampat aja, pergi ke desa-desa wisatanya juga. Foto-foto bawah airnya *mewekdipojokan*

    Ini sebenarnya yang saya cari kalau kelak ada kesempatan ke Papua, ke desa-desanya ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

  5. alam seindah ini dan banyak turis datang ke daerah raja ampat .. tapi desa Sauwandarek koq .. seperti tidak terimbas sama dollar2 yang masuk di daerah sana .. mudah2-an ke depannya .. desa Sauwandarek ini juga ikut maju .. aamiin

    Liked by 1 person

  6. Justru dari bawah jetty itu ada keunikan sendiri, melihat soft coral dan ikan-ikan yang berlindung di antara kayu menarik sekali. Yang saya lihat memang orang sana sudah sangat peduli sekali dgn lingkungan, mudah-mudahan generasi penerusnya juga sama.

    Like

  7. Pasti nanti ada kesempatan kesana Mas, siapa tau bisa bareng gitu backpakeran haha
    Ini aja hanya desa Sauwandarek saja, belum beberapa desa-desa yang lain yang tidak kalah menarik.

    Like

  8. Waduuh, jangan dong Mas ๐Ÿ˜€
    Masyarakat sana sudah peduli, tinggal para wisatawannya. Terakhir saya dengar setelah saya pulang, ada kapal pesiar yang menabrak karang sehingga karang2 tersebut banyak yang hancur, sayang sekalii

    Like

  9. Karena gereja adalah “rumah”, hehe. Rumah Tuhan, tempat seisi keluarganya berkumpul ๐Ÿ™‚

    Semoga anak-anak Sauwanderek lebih diperhatikan lagi ya. Btw, jadi poin-poin baik buruknya apa aja? Kok kayak kehilangan poin, atau gue yang nggak teliti bacanya ๐Ÿ˜€

    Liked by 1 person

  10. Iya saya juga bingung kenapa masih terlihat belum ada perubahan yg besar padahal Raja Ampat adalah destinasi yang paling mahal di Asia Tenggara. Semoga terus maju dan berkembang ya.

    Like

  11. Tulisanmu buat gue merindu amat sangat dengan raja ampat. dari dermaga aja bisa lihat pemandangan bawah laut yang cantik yach. waktu itu nemu baracuda dan ikan-ikan cantik lainnya disini hiksss hiksss.. nangis sesegukan.

    Liked by 1 person

  12. Amiin bro ๐Ÿ™‚
    Waktu nulis emang sengaja gak ditulis mendetail poin baik dan buruknya, yang penting sudah dikasih hint bahwa ada yang kurang beres dengan pemerataan/peningkatan kesejahteraan masyarakat disana. Yang penting dengan begitu masyarakat disana masih menyambut tamu dengan baik dan sepenuh hati, dan sebagai blogger bisa men-share potensi wisata desa-desa di Raja Ampat agar terus maju ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s