Karimunjawa
Beach, Island, Snorkeling, Tips

#SpiffyTips : Etika Snorkeling yang Baik dan Benar

Tulisan ini bermula dari kegemasan saya melihat banyak orang yang bertindak seenaknya saat snorkeling, baik melihatnya secara langsung atau melalui sosial media. Hati saya tergerak untuk membuat tulisan mengenai cara-cara dan etika yang baik dan benar dalam melakukan snorkeling.

Sungguh ironis, mereka berenang menyelam melihat keindahan bentuk dan warna-warni terumbu karang, memperhatikan tingkah lucu hewan laut yang bermain diantara karang tetapi setelah puas malah memperlakukannya dengan tidak berperasaan dan tidak berterima kasih :(. Bahkan dengan senang hati menunjukkannya kepada kalayak ramai.Β Apakah hal ini dilakukan karena tidak tahu atau sengaja? Secara logika saja, seharusnya itu bukanlah tindakan yang benar. Walaupun ini juga kesalahan guide yang mendampingi mereka dengan membiarkan dan tidak memberitahu.

“Tindakan seperti itu ibarat teman yang kita temani tetapi hanya untuk mendapatkan keuntungan darinya, setelah itu dibuang, dibiarkan, dan tidak dianggap siapa-siapa lagi.”

Terumbu karang jangan, kalau mantan boleh deh digituin 😦 #GakPenting

Sudah beberapa tahun saya sering snorkeling, membuat saya lebih paham mengenai ekosistem laut dan cara bagaimana untuk menjaganya. Bukan hanya dari pengalaman saja tetapi juga dari berbagai sumber ahli yang saya baca mengenai cara snorkeling yang baik dan ramah lingkungan.

Apa saja sih ‘etika’ snorkeling itu? Hal-hal apa saja yang boleh dan sebaiknya tidak boleh dilakukan? Simak beberapa #SpiffyTips berikut ini!

1. Jangan Menyentuh Karang.

Menyentuh karang sangatlah dilarang, apalagi menginjaknya! Kenapa sih menyentuh saja tidak boleh? Kata para ahli, menyentuh karang sebenarnya bisa merugikan karang itu sendiri dan kita juga lho. Menyentuh karang adalah tindakan yang “sedikit” berbahaya, karena ada beberapa jenis karang yang dapat menyuntikkan bisa/racun jika tersentuh. Contohnya karang api, karang ini banyak dijumpai disetiap tempat snorkeling. Karang api sebenarnya adalah kelompok hewan yang berkumpul membentuk koloni di dasar laut.

Karimunjawa
Lihat boleh, pegang jangan.

Ada beberapa karang yang sedikit saja tersentuh bisa langsung patah. Biasanya snorkeler memegang karang untuk menyeimbangkan badan saat difoto. Eksis boleh saja tapi untuk apa eksis tapi merusak? Kasus lain adalah rusaknya karang karena pemakaian fin di perairan dangkal. So, hindari pakai fin di laut yang dangkal ya!

2. Hindarilah Memberi Makanan Kepada Hewan Laut.

Karimunjawa
Ikan yang sedang berebutan makanan

Ini nih yang banyak dan pasti dilakukan oleh para wisatawan jika snorkeling. Terkadang bukan niat awal orang itu sendiri melainkan malah disuruh oleh pemandu wisatanya. Bahkan memberi makan ikan dalam jumlah yang banyak. Biasanya hal ini dilakukan untuk menyenangi hati wisatawan dan tamu dari pemandu tersebut.

Sering saya melihat gerombolan ikan yang sudah menunggu makanan di permukaan air di beberapa spot snorkeling yang saya kunjungi. Itu pertanda bahwa ikan-ikan tersebut sudah bergantung dengan Β makanan yang diberikan oleh manusia. Tentu ini bukanlah tanda yang baik. Pernah saya dengar bahwa makanan-makanan itu ada yang bersifat merugikan pertumbuhan karang dan kualitas air laut.

3. Please, Jangan Buang Sampah Apapun ke Laut!

Bomba Atoll, Togean
Akan jauh lebih indah kalau laut tanpa sampah

Tips yang satu ini harusnya sudah menjadi kebiasaan dimana saja kita berada. Memang persoalan sampah sudah jadi masalah biasa bagi orang, terutama orang Indonesia sendiri :D. Sampah yang terbuang di laut akan menjadi malapetaka bagi ekosistem laut.

Sampah di abad ke-21 ini hampir 100% terbuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan dan susah untuk terurai secara alami. Misalnya sampah bungkusan makanan ringan, apabila dibuang di laut bungkusan itu tenggelam diantara karang-karang bisa menutupi karang dan merusak perkembangannya mungkin hampir selamanya. Kalau ditelusuri, sampah yang terbuang ke laut bisa selamanya akan berada di laut mengikuti arus kemana saja.

Sampah juga bisa termakan oleh hewan laut secara tak sengaja. Tidak sedikit kasus dimana seekor penyu mati karena memakan bungkusan plastik, paus yang terdampar mati karena ditubuhnya terdapat sampah plastik.

4. Jangan Mengganggu Hewan Laut.

Plis dech, ini tuh bukan gebetan yang harus dikejar-kejar dan digodain. Hewan laut biasanya tidak suka diganggu, diikuti dari belakang saja mereka berenang menjauh tanda terancam. Kalau diganggu, mereka bisa stress lalu bisa mengakibatkan matinya hewan tersebut.

DSCN1098
Cukup dilihat saja

Jenis hewan laut sangatlah banyak, ada yang bisa menimbulkan ancaman bagi manusia ada juga yang tidak. Nah, apabila tidak sengaja menganggu hewan laut yang berbisa dan berbahaya kita sendiri yang dirugikan. Intinya, melakukan snorkeling itu seperti menonton suatu pertunjukan tanpa ikut campur kedalamnya, berenang manis sambil cekrek-cekrek (Baca : foto-foto).

5. Sebisa Mungkin Hindari Pemakaian Tabir Surya.

Tabir surya atau sering disebut sunblock adalah barang yang pasti dibawa dan dipakai jika bepergian ke laut. Baik wanita maupun pria memakai sunblock untuk menhindari sengatan sinar UV matahari saat snorkeling. Alasannya sangat baik, menhindari terbakarnya kulit dan kanker kulit.

Karimunjawa
Pakaian yang tertutup bisa mengurangi penggunaan sunblock

Tetapi belakangan ini ada penelitian yang menunjukkan bahwa zat yang terkadung dalam sunblock ada yang bisa meracuni terumbu karang. Menurut ilmuwan yang bernama John Fauth zat itu adalah oxybenzone. Artikelnya bisa dibaca disiniΒ . Jadi katanya, sebaiknya jangan menggunakan sunblock dan lebih baik memakai pakaian tertutup seperti wetsuit atau rash guards.

_

Inilah lima #SpiffyTips dalam etika snorkeling yang baik dan benar. Menjaga ekosistem laut adalah kewajiban kita semua. Kewajiban kepada sesama, alam, dan Pencipta. Ekosistem laut kalau dijaga dengan baik bisa menjadi berkah melimpah sekaligus petaka jika dibiarkan begitu saja.

Ada banyak sekali tips snorkeling yang baik, tapi ini bisa mewakili tips-tips lainnya. Kalau anda punya tips lain yang baik boleh kok dishare melalui komentar dibawah πŸ™‚

Never Stop Exploring, Never Stop Caring

#SaveCoralReefs

-TheSpiffyTraveller-

 

Advertisements

47 thoughts on “#SpiffyTips : Etika Snorkeling yang Baik dan Benar”

  1. Tipsnya sesuai banget dengan list yang saya punya, hahaha! Sip deh, moga banyak yang baca dan dapat pencerahan. Khususnya bagi pemandu/organizer supaya tidak menyuruh tamu2nya untuk memberi roti atau biskuit kepada ikan-ikan laut :/

    Liked by 1 person

  2. Semoga para penggiat kegiatan bawah air paham betul kehidupan di bawah air sana ya,,

    Tips keenam buat yang gak bisa berenang (seperti saya),
    #pakailah pelampung dan tetaplah berada di permukaan,,, ehehehe

    Liked by 1 person

  3. Tips yg ok banget!!
    Saya biasanya gak pake sunblock sih kalau ke laut..makanya jadi item banget,,hahahaha..tapi suami saya yg kebetulan mudah terbakar kulitnya harus pakai sunblock. Biasanya memang pakai sunblock yg ramah laut dan terumbu karang. Harganya lebih mahal biasanya tapi akan lebih mahal lagi kalau karang-karang di laut mati toh..

    Liked by 1 person

  4. Jujur waktu snorkeling di Menjangan pertama kali pemanduku lupa bawa pelampung, aku yg gak bisa renang nendang dan nginjek karang di perairan dangkal. Sadar udah ngerusak langsung aku naik dan gak lanjut lagi snorkeling.

    Suka snorkeling begini tapi aku gak bisa berenang hehehe. Tapi aku baru tahu kalau tabir surya nggak boleh dipakai. Harus investai beli wet suit neh πŸ˜€

    Liked by 1 person

  5. Sama aku juga punya pengalaman yg sama. Pertama snorkeling suka pegang2 karang (genit) biar bisa difoto. Dengan semakin banyak info n pengalaman didapat jadi tau aturan yg benar utk snorkeling hehe

    Like

  6. Aku termasuk orang yang panikan kalau dilaut, walaupun sudah sering snorkling dan beberapa kali diving tetap aja keseimbangannya belum oke bangat apalagi diawal2 turun ke laut. yang ada sering kesenggol terumbu karang. Hiksss.. maaf kan aku yach terumbu karang, besok2 nga lagi dech.

    Liked by 1 person

  7. Aku belum master apa-apaan om, diving aja belum bisa πŸ˜€ Kalo jalan bareng ayokk main ke laut jelajah pulau2 hehe
    Itu foto waktu di Togean emang jernih kayak kaca. Mau foto ngasal pun hasilnya bisa bagus hahaha

    Liked by 1 person

  8. Dih mana ada itu fotonya ngasal hehe. Aku berenang aja masih PR banget nih. Udah bisa sih, tapi belom 100% #lha hahaha. Yang jelas, Sungai Musi gak bisa dipakein buat menyelam hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s