Beach, Jawa Tengah, Sunset, Travel

Satu Hari di Jepara [Jelajah Jawa Tengah Part-3]

Cerita jelajah Jawa Tengah part ketiga ini bisa dikatakan telat. Jarak waktu postingan yang cukup lama Β (2 bulan!) dikarenakan ada hal yang harus diselesaikan dan tentunya menyangkut masa depan saya #MantapJiwa. Intinya itu kalau mau jalan-jalan terus ya harus kerja keras dulu … BOOOM (efek abis dinasehatin).
Jalan-jalan ke Jepara adalah sebuah bonus buat saya. Sebelum menyeberang ke Karimunjawa pasti para travellers mampir dulu ke kota tempat kelahiran Kartini ini. Di waktu yang sempit saya coba keliling hotel untuk melihat-lihat, ada apa sih di Jepara?

Saya yakin, Kota Jepara hanya dikenal oleh orang sebagai penghasil anime, eh itu Jepang, maksud saya penghasil kerajinan kayu, terutama kayu jatinya yang terkenal. Itu bisa dibuktikan dari sejak masuk kota kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh hasil-hasil kerajinan yang siap untuk dikirim ke luar kota bahkan luar negeri. Dijamin bagi anda yang suka perkakas kayu, pasti gatal rasanya bila tidak borong-memborong, apalagi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Ternyata, Jepara tidak hanya punya hasil kerajinan saja. Dari ketinggian Gunung Muria sampai pesisir pantai Jepara punya beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya yang saya berkesempatan untuk mengunjunginya adalah Pantai Kartini.

Pantai Kartini

Pantai Kartini yang saya kunjungi bukan seperti pantai seperti biasanya. Pantai ini terlihat seperti sebuah dermaga kapal-kapal kecil yang bersebelahan dengan pelabuhan penyeberangan Jepara. Di atas pantainya didirikan bangungan gazebo besar menjorok ke laut yang disambung dengan jembatan. Ditempat inilah orang biasa duduk-duduk nongkrong sambil menikmati matahari terbenam.
Kebersihan pantai cukup terjaga. Hanya saja di dalam gazebo dan sepanjang jembatannya banyak sekali sampah berserakan. Bahkan ada sampah bertumpuk tepat disamping tempat sampah! Selain masalah sampah, banyak sekali terdapat coretan-coretan di dinding, ada tulisan-tulisan ‘khas’ Indonesia yakni tulisan “aku sayang anu”,”anu love ani” dan sebagainya. Saat itu pengen juga sih nulis begituan, tapi saya sadar saya itu jom…ah sudahlah.

Pantai Kartini

Tidak jauh dari bibir pantai ada bangunan besar yang bentuknya menyerupai penyu raksasa. Penasaran, saya melihat lebih dekat dan mencoba memasukinya. Ternyata itu adalah museum mini yang berisikan koleksi-koleksi aneka ikan laut hias. Sayang, waktu itu saya hanya bisa melihatnya dari pintu masuk karena saat itu museum tersebut sudah tutup.

Pantai Kartini
Bekas kolam di dekat pantai

Di dekat dermaga ada sebuah kolam besar yang sepertinya sudah tidak dipakai lagi. Entahlah, isi kolam tersebut hanya kumpulan air hujan dengan sampah yang mengambang. Ada perosotan air dipinggiran kolamnya, membuktikan bahwa ini adalah bekas kolam renang. Coba saja kolam ini dirombak total dan dijadikan taman air mancur, pasti pantai ini bisa semakin ramai dan menarik.
Sudah sampai Jepara rasanya ingin menemukan hal yang unik dan khas dari Jepara untuk diabadikan lewat kamera. Akhirnya saya menemukan sebuah patung Ibu Kartini lengkap dengan tulisan namanya tepat disebelah kolam tadi.

 

Tidak terasa langit Jepara sudah mulai gelap. Tinggal seberkas cahaya dari matahari yang siap untuk tenggelam di Laut Jawa. Saat itu juga saya langsung pergi kembali ke tepi pantai menikmati sunset bersama beberapa pasang muda-mudi yang tampak mesra. Tidak tahan dengan suasana tersebut akhirnya saya pulang ke penginapan yang letaknya dekat dengan museum mini. Disitulah berjejer homestay-homestay dan hotel kelas melati yang banyak diinapi oleh para pelancong yang mau melanjutkan perjalanannya ke Karimunjawa.

Malam di Jepara berbeda dengan di kota besar yang semakin malam malah semakin ramai. Suasana malam itu sepi, membuat saya cepat tertidur dan mengumpulkan tenaga kembali untuk hari esok.

Let’s Explore the Beauty of Indonesia

-The Spiffy Traveller-

 

Advertisements

27 thoughts on “Satu Hari di Jepara [Jelajah Jawa Tengah Part-3]”

  1. sebagai orang jepara saya juga kurang begitu suka dengan kondisi pantai kartini, mestinya diperbaiki lagi biar kesan pertama orang yang hendak nyebrang ke karimunjawa tidak seperti yang mas jonathan alami πŸ™‚

    Liked by 1 person

  2. Pernah ke pantai dan foto penyu raksasa waktu akan nyeberang ke Karimunjawa, selebihnya belum explore lagi hehe. Sepertinya menarik jadi tujuan jika dipercantik yah, apalagi bisa disulap jadi spot yang instagrammable buat jom.. ah sudahlah. πŸ˜›

    Liked by 1 person

  3. Sebagai kota lahirnya Kartini dan salah satu kota bersejarah Indonesia, Jepara ini seharusnya berbenah sih. Kalau pantainya lebih bersih, pasti banyak peminat. Kolamnya bisa direnovasi buat jadi taman-taman kekinian πŸ˜€

    Liked by 1 person

  4. saya belum pernah ke Jepara .. dibenak saya tentang Jepara hanya rumah RA Kartini dan pengrajin kayu jati … tapi sekarang jadi cukup terkenal untuk transit ke Karimun Jawa seharusnya bisa di manfaatkan untuk “menangkap” para pelancong yang mau menyebrang ke sana

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s