Beach, Danau, Hidden Paradise, Island, Snorkeling, Sulawesi, Travel

Berenang Bersama Ubur-ubur Tak Bersengat di Danau Mariona, Togean

Biasanya ketika orang berbincang mengenai danau yang ada ubur-ubur tak menyengat pasti tersebut Danau Kakaban di Kalimantan Timur.  Ternyata, bukan hanya Kakaban saja ada hewan unik menyerupai agar-agar tersebut.  Salah satunya yang saya kunjungi adalah Danau Mariona. Lokasinya adalah di Taman Nasional Togean, Sulawesi Tengah. Danau unik ini sebenarnya masih merupakan misteri bagaimana alam membentuknya secara alami sehingga menjadi sebuah danau berisikan ubur-ubur yang tak bersengat dikelilingi laut.

When it comes to jellyfish lake, first thing that usually comes to mind is the one in East Kalimantan, named Kakaban Lake. However, not many know that there is also a beautifully secluded jellyfish lake situated in Togean Island, which is called Mariona Lake. It remains to be a mystery as to how this lake is formed in an island where it is surrounded by the sea.

DSCN1203
Dermaga kecil di Danau Mariona. (maaf, foto blur karena titik air)

Perjalanan menuju danau ini membutuhkan perjuangan yang cukup hebat, ombak hampir saja menjadi penghalang saya untuk menuju kesana. Maklum saja pada saat itu memang cuaca sedang tidak baik. Lucunya, pada saat sudah sampai di pulau yang ada danaunya itu, ternyata perahu tidak bisa merapat karena gelombang tinggi dan kami harus berenang  sekitar 100 meter dari tengah laut untuk sampai di pulau. Benar-benar perjuangan, tapi namanya juga baru pertama kali mau melihat danau ubur-ubur ya saya semangatnya bukan main.

It took determination to get to this lake as it was a rainy day, which caused high tides at sea. Funnily enough, our boat was not able to get near the jetty at the island due to high tides, therefore we actually had to jump off the boat and swim approximately 100m to land on the island! It was all worth it at the end – the pictures serve as proof!

Danau Mariona

Setelah berjalan beberapa meter dari bibir pantai, akhirnya sampai di dermaga kecil di dalam danau. Waktu sampai di pinggir danau rasanya ingin langsung menceburkan diri ke air. Sangat antusias sekali karena disini kami bisa berenang bersama ratusan ubur-ubur tak menyengat alias tidak ada sengatnya! Pertama kali rasa takut menyelimuti saya, kenapa? Pertama, airnya tidak terlalu bening seperti di laut. Kedua, hanya saya dan rombongan keluarga saya yang ada di danau ini (berasa yang punya danau :D). Sebelum berenang saya bertanya kepada Pak Ambi, guide kami selama perjalanan,

“Disini ada ularnya gak ya?”, “disini ada buaya gak ya?”, dan semua binatang buas disebutkan,

“Oh, tidak ada itu semua, belum pernah ada keliatan”, jawab Pak Ambi. APA?! Belum pernah? terus bagaimana kalau pas kami berenang tiba-tiba ada? Akhirnya kami semua pun menceburkan diri.

We finally got to a small jetty at the jellyfish lake after a nice walk from the beach. I was so excited to jump straight into the lake due to the fact that we could swim together with a lot of stingless jellyfish! However, I was a bit scared at first as the water was not as crystal clear as the sea, also there were only 5 people (my family altogether) here! Before we jumped we made sure there were not any wild animals (you know.. snakes and the like) by asking our guide, Pak Ambi. He jokingly said that the animals might show up when we were in the water. He then ensured that only small fish and stingless jellyfish live in the lake. We then jumped into the lake, except my mother.

 

Ketika berenang menyelam dan melihat kedalam air, saya takjub akan keunikan ubur-ubur ini, ada yang berwana orange, kemerah-merahan, putih, bahkan ada yg bercampur dengan ungu. Melihat mereka berenang kesana kemari, gemas rasanya untuk tidak memegang tubuhnya. Eits, sebaiknya jangan dimainin ya ubur-uburnya, kasihan lho mereka juga mau berenang bebas tanpa diganggu.

While I was swimming in the lake, I was amazed at the wonderful colours of jellyfish. The colours include reddish, white, even reddish purple. I could not stop myself from touching so many jellyfish!

The White Stingless Jellyfish at Mariona lake, Togian

Di bagian pinggir danau, bisa dijumpai ikan-ikan kecil yang berenang kesana-kemari, bahkan ada yang mendekat seperti ingin berkenalan. Kalau saja airnya bening, pasti akan terlihat semua mahkluk hidup yang mendiami Danau Mariona. Airnya terasa payau, agak asin, itu karena danau ini ketika laut pasang ada lubang yang bisa menyatukan antara air laut dengan danau..

Around the edge of the lake we found tiny fish swimming in groups, some of them even went close to us as if to ‘check us out’. The water in the lake tasted brackish, perhaps due to the island being surrounded by the sea.

 

Snorkeling at Stingless Jellyfish, Mariona Lake

Setelah puas berenang bersama ubur-ubur lucu ini, kami kembali ke perahu dengan berenang lagi dan melanjutkan program island hopping di Togian

It was finally time to say goodbye to these beautiful tiny jellyfish. We then swam back to our boat and continued island hopping in Togean.

Danau Mariona ini masih belum banyak pengunjungnya, mungkin karena daerah Kepulauan Togean ini juga bisa dibilang sepi pengunjung, kebanyakan adalah turis asing, banyak yang berasal dari Eropa dan Australia, turis lokal mungkin bisa dihitung dengan jari.

Although Mariona Lake has a lot of potential to be one of tourist destinations in Sulawesi, there are not many locals know of the location. Most of the visitors come from overseas, such as Europeans and Australians. According to the people who work at our hotel, they can count on one hand the number of locals who visit Togean.

Saya berpikir bahwa sepertinya masih minim informasi dan promosi yang baik mengenai danau ini juga mengenai pariwisata di Togean. Padahal , katanya kepulauan yang berstatus taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua setelah Raja Ampat. Dan soal danau ubur-uburnya hanya terdapat 4 lokasi di dunia! Sayang kan, banyak potensi tetapi belum dimaksimalkan.

I also personally think that there is a lot of work need to be done when it comes to promoting the beauty of  Togean islands.  As Togean islands hold the status of ‘National Park’ and have the second highest in biodiversity after Raja Ampat, I can imagine both local and overseas visitors flock to Togean! There are only 4 jellyfish lakes in the world. It is a shame that not many people know of this knowledge.

Berenang bersama ubur-ubur yang baik hati ini merupakan pengalaman terbaik saya selama ber-traveling! Nantikan cerita saya selanjutnya tentang perjalanan ke Kepulauan Togean!

Swimming with this kind-hearted jellyfish was the best experience for me throughout travelling! Stay tuned for my next story about journey to Togean !

Let’s Explore the Beauty of Indonesia!

-The Spiffy Traveller-

Catatan Penting Perjalanan :

Bagaimana Cara Kesana?

Togean, dapat dijangkau dari kota-kota besar di Indonesia melalui penerbangan pesawat dari Makassar. Kalau dari jakarta rutenya adalah Jakarta-Makassar-Ampana. Saat ini sepertinya hanya Wings Air yang baru melayani penerbangan Makassar-Ampana. Jalur inilah yang saya lalui.

Togean juga bisa dicapai melalui kota Gorontalo lalu dilanjutkan penyebrangan kapal ferri menuju Wakai, Togean. Biasanya danau ini sudah termasuk dalam paket perjalanan yang dijual.

Adakah Penginapan Disana?

Ya, Penginapan di Togean sudah lumayan banyak, tergantung lokasi yang diinginkan dan budget.  Untuk daerah Bomba/Batudaka daerah yang saya kunjungi, rekomendasinya Poya Lisa Cottages, no tlp. + 62 82349951833 (Pak Edy) Pak Edy orang yang sangat baik, selain untuk pemesanan Poya Lisa, beliau bisa mengatur perjalanan  dari dan ke Togean.

Bagi yang ingin menghubungi Pak Ambi bisa di 082312784872, beliau adalah guide saya selama di Togean. Penginapan lainnya seperti Kadidiri Paradise dan Sifa Cottages. Semua penginapan tersebut adalah milik lokal.

Konsumsi?

Makanan dan minuman sudah termasuk dalam paket penginapan. Tapi ada baiknya jika membawa snack dan minuman tambahan. Bagi yang vegetarian sangat bisa, caranya tinggal memberitahukan terlebih dahulu sebelum memesan paket atau penginapan.

Berapa Budgetnya?

Soal budget pasti tergantung berapa lama kita disana. Waktu itu saya hanya menghabiskan waktu selama 3D2N. Budget yang keluar tidak saya hitung berapa tepatnya, tapi sekitar 5 jutaan per orang (kami 5 orang) termasuk tiket pesawat. Sekarang sudah banyak paket-paket trip murah kok 🙂

Snorkeling/Diving?

Membawa peralatan snorkeling sangat dianjurkan karena tidak semua penginapan punya peralatan yang memadai. Jika ingin diving ada Dive Center seperti Bomba Divers (Bomba), dive center yang baru sangat dekat dengan Poya Lisa dan lainnya menyatu sama penginapan.

Apa Ada ATM Disana?

Bawa uang tunai yang cukup selama di Togean, disana tidak ada ATM sama sekali. So, persiapkan uang kamu di Ampana atau di Gorontalo.

Apakah Ada Malaria?

Ada baiknya menyiapkan obat nyamuk pribadi dan minum anti malaria (optional), Sulawesi Tengah termasuk daerah endemik malaria.

Kapan Waktu Terbaik Kesana?

Waktu terbaik adalah di musim kemarau seperti bulan April-September. Tapi, Sulawesi Tengah, khususnya Togean, hampir tidak dipengaruhi kondisi cuaca pada umumnya. Misalnya seperti waktu awal bulan februari lalu, yang daerah lain diguyur hujan, saya selama 5 hari disana hujan hanya sekali itupun hanya sebentar, hanya gelombang laut saja yang sedikit besar. Jadi bisa dibilang Togean bisa kapan saja dikunjungi😀 .

 

Advertisements

62 thoughts on “Berenang Bersama Ubur-ubur Tak Bersengat di Danau Mariona, Togean”

  1. Spesiesnya sih sama kayanya, hanya beda jumlahnya aja sih. Kata orang di Kakaban lebih banyak ubur uburnya. Juga soal kejernihan airnya Kakaban lebih bagus, Togean unggul karena masih jarang yang kesana ☺

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s