Gunung Merapi, Sleman.
Gunung, Jawa, Jawa Tengah, Museum, Travel, Yogyakarta

Menyaksikan Bekas Keganasan Gunung Merapi

Lava Tour, Gunung Merapi..
Mobil jip yang kami pakai untuk tour Merapi

Langit yang masih gelap dan udara dingin yang menusuk menemani perjalanan saya dan keluarga, maklum saja, pada waktu itu waktu menunjukkan sekitar pukul 3 pagi. Sinar matahari belum nampak di cakrawala, mobil jip yang kami tumpangi melaju dengan cepat bersaing dengan waktu untuk mengejar matahari terbit di salah satu lokasi terbaik di Yogyakarta. Setelah menahan angin dingin yang menerpa tubuh selama perjalanan, akhirnya kami sampai di Kaliadem.

Pada saat kami tiba disana, suasana menjadi hening dan sepi karena belum ada wisatawan sama sekali, yang ada hanyalah para pedagang yang sepertinya baru bangun dari tidurnya. Saya bertanya pada guide (saya lupa namanya) yang menemani kami sekaligus driver mobil jip yang kami sewa,

“Kenapa disini masih sepi ya, pak?” dengan raut wajah yang ramah dia menjawab,”Oh, itu karena sebenarnya disini bukan spot sunrise yang paling bagus, yang lebih lagi ada, tapi kita tidak sempat kesana karena waktunya tidak cukup untuk sampai kesana”.

“Ah, coba kami bangun lebih awal tadi”, pikir saya sambil menghembuskan nafas tanda kecewa.

438
Walaupun agak mendung tapi tetap perfect

Tetapi beberapa saat kemudian, kami sekeluarga mendadak kagum sewaktu matahari mulai menampakkan sinarnya. Yang unik pada saat itu adalah jika melihat kearah barat, kami bisa melihat matahari terbit, sedangkan jika memandang ke arah belakang kami kabut yang tadinya menutupi salah satu gunung teraktif itu mulai hilang, Lalu tampaklah kemegahan Gunung Merapi, gunung yang erupsi terakhir kali pada tahun 2010.

Gunung Merapi
sang gunung

Dari jauh kelihatan bekas-bekas erupsi terakhirnya, kawah besar yang memuntahkan material, abu, dan lava yang banyak. Sangat kontras antara bagian gunung yang terdampak letusan dan tidak, warna abu-abu menandakan bagian tersebut merupakan aliran lava dan wedhus gembel/awan panas. Semakin banyak sinar matahari yang menyinari gunung, semakin kelihatan lekuk-lekuk indah di kaki Gunung Merapi.

Di bagian samping dari tempat kami berdiri, terdapat jurang yang sangat besar, yang mungkin Tugu Monas pun bisa muat di dalamnya! Awalnya kami pikir itu memang sudah terbentuk dari dahulu, tetapi setelah dijelaskan oleh guide kami, ternyata itu adalah bekas aliran lava dan material dari isi Gunung Merapi! huekk *lah. Percaya atau tidak, jurang itu membuat kami takjub pada Yang Maha Kuasa, sulit dibayangkan pada waktu kejadian lima tahun lalu itu..

 

 

Dibalik semua bencana atau musibah, pasti ada berkah, itu dibuktikan dengan banyaknya truk-truk yang mengangkut material sisa dari letusan gunung, menjadi tambahan penghasilan bagi rakyat sekitar, selain itu, tanah yang menjadi subur kembali pasti akan memberi keuntungan bagi petani.

Lava Tour

Tiba-tiba guide saya berkata, “Tempat kita berdiri ini adalah bekas luapan material waktu erupsi terjadi, sebelumnya tempat ini tidak setinggi ini, bahkan kemungkinan masih ada bekas rumah-rumah yang terendam pasir dan batu.”, bukan main…pikir saya, merinding, itulah respon saya setelah mendengar penjelasan tersebut.

Rumah-rumah sisa erupsi Gunung Merapi
puing rumah-rumah yang terdampak erupsi

Di Kaliadem ini, kami juga melihat seonggok batu yang lumayan besar yang diberi nama Batu Alien. Terdengar aneh dan lucu pada saat disebutkan nama batunya.

“Kenapa dinamakan batu alien? karena kalau dilihat dari samping akan terlihat seperti wajah yang aneh, makanya dinamakan Batu Alien.” Kata guide kami sambil menunjukkan posisi muka tersebut.

Sekilas tidak terlihat sama sekali seperti wajah, tetapi setelah dilihat dari bagian samping ada lekuk-lekuk batu yang menunjukkan dimana mata, hidung, mulut, bahkan telinga, unik sekali.

Keliahatan kan bentuk “muka” aliennya?

Setelah itu, kami lanjut berkendara lagi menuju situs yang tidak kalah menarik, yaitu sebuah bunker tempat perlindungan darurat dari letusan Merapi. Bunker ini menyisakan kisah pilu dan duka karena pada saat erupsi ada dua orang relawan yang tidak terselamatkan dari panasnya lava gunung Merapi di dalamnya. Konon, bunker ini awalnya dibuat hanya untuk menahan serbuan dari awan panas atau wedhus gembel, kenapa dibuat seperti itu dijelaskan karena menurut dugaan dan perkiraan pada saat itu lava dari gunung tidak melewati daerah dimana bunker berada.

Suasana mencekam dan sedikit seram saat saya berjala memasuki bagian dalam bunker, awalnya enggan untuk masuk kesana, tetapi karena banyak orang masuk akhirnya saya pun masuk. Di dalam bunker ada terdapat ruangan sedikit besar yang ditengahnya ada sisa lava yang membeku dan toilet.

Tidak bisa dibayangkan situasi pada saat kejadian itu. Di luar dari bunker ada papan gambar yang menunjukkan perbedaan keadaan pada saat sebelum dan sesudah erupsi terjadi.

Bunker Kaliadem
Gambar yang menunjukkan keadaan bunker sebelum dan sesudah erupsi.

Inilah cerita perjalanan saya bersama keluarga di Yogyakarta di penghujung tahun 2015. Nantikan cerita selanjutnya ya! ๐Ÿ™‚

Let’s Explore The Beauty of Indonesia!

Salam,

-The Spiffy Traveller-

 

 

Advertisements

26 thoughts on “Menyaksikan Bekas Keganasan Gunung Merapi”

  1. Aku orang jogja yang beluuum kesiniiii wkwkw ๐Ÿ˜€

    tapi kalau diinget-inget lagi, ngeri juga ya kejadian bebrapa tahun yang lalu :’ apalagi yang relawan berlindung di bunker itu :’)

    Like

  2. halo jonathan, salam kenal. Saya dan anak2 juga pernah ke Merapi tapi malah ke rumah mbah Marijannya, dan waktu itu gunungnya ketutupan kabut jadi blas ga bisa difoto, hiks….. Dan ga jeep tour juga waktu itu hehe.

    Liked by 1 person

  3. Berangkat pukul 3 pagi itu berarti booking Jeepnya udah dari hari sebelumnya ya? Aku pernah ke sana sekitar pukul 6 pagi masih sepi banget soalnya. Menurutku spot sunrise di Merapi dari Kaliadem sulit. Kan Gunung Merapinya di utara, jadi kalau mau motret sunrise harus dari arah timur, sekitaran Desa Glagaharjo.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s